Warisan Asia Choo Yilin

ANGELICA REVADIAS on FASHION, 29/06/19

img

Choo Yilin, label perhiasan asal Singapura yang dimulai oleh Yilin, kini hadir di Indonesia.


Berawal dari studio yang terletak di Joo Chiat, daerah peranakan di Singapura, Yilin meresapi budaya dan estetika peranakan dan menjadikannya sebagai inspirasi utama dari karya-karya perhiasannya. Ia ingin menceritakan budaya Asia melalui perhiasan yang dibuatnya.

“Alasan saya memutuskan untuk memulai karir desain perhiasaan karena menurut saya ini adalah cara terbaik untuk menceritakan dan mengabadikan cinta atas budaya Asia. Itu adalah DNA brand kami. Momen spesial dalam hidup merupakan momen yang juga signifikan dalam budaya–contohnya, kelahiran anak, pertunangan, dan pernikahan. Kami merayakannya dengan berbagai “pusaka” yang menjadi tanda pencapaian pribadi. Nantinya, perhiasaan inilah yang akan diwariskan pada generasi selanjutnya sehingga budaya kami tersemat dalam diri mereka,” ujar Yilin.

Perhiasan Choo Yilin menggunakan Type A Jadeite (batu jade berkualitas A) yang merupakan salah satu batu permata dengan nilai tertinggi di dunia. Tidak hanya itu, batu jade juga memiliki nilai budaya tinggi bagi masyarakat Asia di seluruh dunia.

Setiap koleksi perhiasan Choo Yilin memerlukan setidaknya satu tahun untuk diselesaikan. Yilin bekerjasama dengan beberapa ahli dari bermacam daerah untuk membuat detail perhiasannya. Anyaman logam rumit yang dipasangkan dengan permata dan Type A Jadeite menjadi ciri khas dari brand Choo Yilin.

Desain ekslusif dari Choo Yilin untuk maskapai nasional Singapura, yaitu Singapore Airlines, tersedia dalam setiap penerbangan ke seluruh dunia. Karyanya telah mendapatkan pengakuan dari artis Hollywood Amanda Seyfried yang menyimpan karya Choo Yilin sebagai emblem Singapura. Selain itu, Yilin dinobatkan sebagai salah satu dari Singapore’s 10 Best Jewellers oleh Tatler Magazine. Ia juga menjadi satu dari enam desainer yang mewakili Singapura dalam acara pagelaran desain di New York dan telah berhasil memresentasikan karyanya di Paris Fashion Week.

Melalui produknya, Yilin berharap dapat menampilkan wanita Asia yang bangga menjadi diri mereka sendiri, tanpa harus meniru standar kecantikan dari budaya lain. Hal ini dapat kita lihat dari unsur sulaman khas peranakan Tionghoa, kebaya kerajaan, dan bunga sakura.

SUMBER FOTO Choo Yilin