World’s 50 Best Restaurants 2019

LARASATI OETOMO on WINE & DINE, 27/06/19

img

Marina Bay Sands sekali lagi menjadi saksi dari perhelatan akbar pada Selasa (25/06). Untuk kali pertama di Asia, penyandang gelar restoran terbaik dunia dinobatkan pada malam puncak dari World’s 50 Best Restaurants 2019.


Malam itu, pakar kuliner, chef, kritik, kolumnis, dan pecinta kuliner dari seluruh penjuru dunia tengah berbahagia. Dimulai tepat pada pukul 19.00 waktu setempat, mereka menikmati sajian top dunia dan koktil yang dipersembahkan khusus oleh partner dan sponsor di Grand Ballroom, Marina Bay Sands, Singapura. Tidak sepintas pun terlihat wajah tegang ataupun harap-harap cemas meskipun selang beberapa jam saja, mereka akan berkompetisi untuk menyabuki gelar World’s Best Restaurant 2019.

Perhelatan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana para pemuncak daftar terdahulu tidak akan lagi diikutsertakan dalam daftar 50 Best Restaurants. Sebagai gantinya, mereka akan diberi gelar ‘Best of The Best’ oleh panel. Hal ini berarti bahwa beberapa restoran terkemuka termasuk milik Massimo Bottura di Modena, Osteria Francescana, tidak akan bergabung dalam daftar. Selain itu, World’s 50 Best juga mempersembahkan beberapa penghargaan spesial lainnya termasuk Best Pastry Chef (Jessica Prealpato), One to Watch Award (Ristorante Lido 84),  Best Female Chef (Daniela Soto-Innes), Icon Award (José Andrés), dan banyak lainnya.

Tahun ini, restoran asal Menton, Prancis, bernama Mirazur memuncaki daftar World’s 50 Best Restaurants, setelah tahun sebelumnya berada di posisi 3. Selanjutnya, Noma asal Kopenhagen, Denmark, membuntuti di posisi 2. Resto ini baru saja berganti lokasi dan konsep, membuatnya tetap dapat berkompetisi tahun depan. Gaggan memanjat dari posisi 5 ke posisi 4, membuatnya resto penyandang gelar Asia’s Best Restaurant tahun ini. Sayangnya, Gaggan akan segera tutup dan diubah menjadi resto berkonsep baru pada tahun 2020.

Pada saat merayakan kemenangannya, Head Chef dari Mirazur yang berasal dari Argentina, Mauro Colagreco, berterimakasih atas Prancis yang menerimanya sebagai imigran sehingga ia dapat menjadikan resto fine dining tersebut terbaik di dunia. “Liberte, egalite, fraternite (kebebasan, kesetaraan, persaudaraan)”, serunya.

Setelah perayaan kemenangannya di Sands Theatre, Mauro dan timnya menggelar konferensi pers. Sementara itu, para tamu dan pemenang menghadiri after party di klab malam terbesar Singapura, Marquee, untuk menikmati wine, champagne, dan musik.

FOTO World’s 50 Best Restaurants