Wawancara Eksklusif Trump Jr.

LYSIA JESSICA & LARASATI OETOMO on PROFILE, 16/09/19

img

Agustus lalu, pebisnis kelas kakap Donald Trump Jr. berkunjung ke Indonesia untuk secara eksklusif meresmikan kerja sama antara Trump Organization dan MNC Land bersama Hary Tanoesoedibjo. Editor-in-Chief kami, Lysia Jessica, berkesempatan untuk mewawancarai beliau secara khusus.


Berikut adalah ringkasan wawancara dari Lysia Jessica dan Donald Trump Jr. Anda akan menemukan versi penuh dari perbincangan spesial ini di HighEnd edisi Oktober 2019 mendatang.

Bagaimana awal hubungan bisnis dari Trump Organization dan MNC?

Relasi bisnis kami dimulai lima tahun lalu bersama MNC Land. Melalui beberapa kenalan, kami (Donald Trump Jr. dan Hary Tanoesoedibjo) mulai bekerja sama selama beberapa bulan dan menyadari bahwa kami memiliki serupa. Saya tahu bahwa kolaborasi ide kami dapat menghasilkan proyek yang luar biasa.

Seperti apa visi tersebut?

Tidak banyak orang yang berkomitmen untuk mengeksekusi dan mengantarkan standar kemewahan tertinggi. Saat ini, banyak orang berkata, ‘Saya ingin brand mewah, tapi tidak ingin berinvestasi untuk membangun kemewahan’ – itu tidak akan berhasil. Visi brand Trump adalah kemewahan, dan itu tidak akan berubah sejak awal.

Kesamaan visi dan misi adalah kunci untuk kerja sama yang sukses, terutama di bidang real estat. Proyek kerja sama terasa jauh lebih mudah apabila Anda menginginkan hal yang sama – menyajikan pengalaman mewah tertinggi.

Seperti apa potensi untuk membangun hotel megah di Indonesia (Bali dan Lido)?

Menurut saya, potensi tersebut tidak terbatas – terutama dengan populasi yang besar. Asia adalah pasar bisnis yang berkembang secara alamiah dan Indonesia adalah komponen besar di dalamnya. Di lain sisi, mengintegrasikan padang golf dengan resor mewah adalah suatu ide unik di Indonesia yang ingin kami kenalkan.

Apa nilai unik dari Lido dan Bali sebagai lokasi yang Anda pilih untuk properti Trump Organization?

Bali adalah tujuan wisata internasional yang tak perlu diragukan, baik bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Ia merupakan salah satu lokasi terbaik dunia untuk memiliki properti. Lido memiliki pasar yang berbeda, yaitu menawarkan liburan singkat bagi kelompok bisnis dan keluarga yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Saya telah banyak menghabiskan waktu di Jakarta, dan boleh saya katakan Jakarta mengingatkan saya akan kota kelahiran saya, New York City. Kami semua membutuhkan liburan di akhir pekan di daerah yang lebih tinggi dan sejuk, tenang, serta terbuka.

Sebagai generasi kedua dari keluarga Trump, bagaimana Anda melanjutkan DNA bisnis melalui Trump Organization dan anak Anda?

Ayah saya adalah seseorang yang memahami cara kerja dunia nyata, setelah bertahun tahun membangun bisnis, konstruksi, dan bangunan-bangunan termegah di dunia. Hal-hal mendasar yangs aya pelajari adalah menjaga rencana jangka pendek dan visi jangka panjang secara seimbang.

Real estat merupakan bisnis sentral kami yang telah menyebar ke begitu banyak area bisnis, membuat kami unik. Beberapa perusahaan berfokus pada bangunan kantor, hotel, atau golf saja. Kami mengerjakan segalanya pada level yang lebih tinggi.

Saya juga sering membawa anak laki-laki saya (Donald Trump III) dalam kunjungan-kunjungan bisnis saya untuk dapat merasakan pengalaman yang saya dan perusahaan saya alami. Tentu tidak seluruhnya perihal bisnis—ia baru berumur 10 tahun. Kali ini, misalnya, ia sangat bersemangat untuk berlibur ke Bali. Saya mencoba seimbang, walau tak selalu mudah. Anda tidak benar-benar mengejar setiap dolar terakhir ketika Anda sekarat, ya kan? Bila saya tidak melebur dengan hal-hal yang disenangi anak saya, saya tidak dapat berbagi pengalaman hidup yang begitu penting.

Donald Trump Jr. kini tengah mempersiapkan tahap akhir dari properti mewah yang ia miliki di Lido, Jawa Barat dan Bali bersama Hary Tanoesoedibjo, Presiden Direktur dari PT MNC Investama Tbk. Properti tersebut terdiri dari hotel berbintang enam, resor mewah, dan padang golf. Saat ini, Trump Jr. telah memimpin Trump International Hotel di Las Vegas, empat real estat di India, dan banyak lainnya.

FOTO Febi Ramdhan, Sylviana Lim