ARKIPEL 2019: Bromocorah

JODIE SUHERMAN on ART & CULTURE, 23/08/19

img

Tahun ini, ARKIPEL – Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival hadir lagi, kali ini mengusung tema Bromocorah.


Tema ini secara khusus mengacu pada fenomena sosial di indonesia sejak era prakemerdekaan hingga hari ini, di mana para bromocorah memiliki peran signifikan dalam bentuk menentukan dinamika masyarakat, bahkan dalam hal bagaimana relasi kekuasaan, relativitas hukum, jaringan politik-kebudayaan, kesejahteraan sosial, dan karakteristik media massa terbentuk.

Seremoni dibuka dengan penampilan dari 69 Performance Club berjudul The Partisan. Karya ini, sebagai rangkaian dari proyek yang masih terus berlanjut, dirancang oleh Otty Widasari dengan Kelompok Teater. Pada tahun ketujuh penyelenggaraan ARKIPEL ini, festival digelar selama sembilan hari dari tanggal 18 hingga 26 Agustus 2019 di dua lokasi di Jakarta, yaitu GoetheHaus (Goethe –Institut Jakarta) dan Museum Nasional.

Yuki Aditya selaku Direktur Festival mengatakan pada Opening Night ARKIPEL 2019, “Untuk tahun ini terpilih 28 film dalam sesi Kompetisi Internasional yang terseleksi dari 1.232 film. Total terdapat 83 negara yang mengirim karyanya dalam jangka waktu 3 bulan.” ARKIPEL juga menghadirkan program pemutaran lainnya seperti Program Kuratorial, Presentasi Khusus, Penayangan Khusus, dan Candrawala yang semuanya akan dilakukan di GoetheHaus. Selain itu, ada pula pameran Kultursinema #6 di Museum Nasional yang akan diadakan hingga 25 Agustus 2019.

Bingkai ARKIPEL 2019 atas nama tema “Bromocorah” tersebut akan disajikan ke dalam tujuh program, antara lain program Kompetisi Internasional, Program Kuratorial Bromocorah, Program Candrawala – local landscape of now, Program Presentasi Khusus, Program Penayangan Khusus, Forum Festival dan Pameran Kultursinema. Seluruh program penayangan film terbuka untuk umum dan gratis.

FOTO Arkipel